Social Icons

Pages

Feb 24, 2013

mencintai diam diam

mmm pada dasarnya setiap orang punya cara tersendiri dalam mencintai atau menyukai,,hal ini terkait dengan bagaimana mengungkapkan atau mengekspresikan perasaan yg dimiliki.
ada yang memilih untuk menunjukkan ketertarikannya secara vulgar agar orang yang dimaksud mengerti maksud hati. sukur sukur bisa menangkap sinyal cinta yg dikirim. Banyak yang bilang “kalau suka ya bilang,tunjukan, ngapain disimpen sendiri, gimana dia tau kamu suka dia kalo ga pernah kamu tunjukin?” ada juga yang bilang “biarin ditolak, biarpun sakit, kecewa, minimal gue lega udah ngungkapin perasaan gue”
tapi ada yang lebih memilih untuk mencintai secara diam diam,, yap diam diam

yaa mungkin sebagian orang nganggep kalau cinta diam diam itu adalah pilihan cemen,,kenapa cemen??karena orang yang mencintai diam diam ga punya keberanian untuk mengungkapkan atau menunjukkan cintanya, mereka cenderung akan menyimpan perasaan sendiri, mengamati dari jauh apa yang terjadi, diam diam ikut merasakan emosi yang diungkapkan oleh dia, ekspresi senang, sedih, amarah, kekecewaan, apapun seolah itu bisa teraba dengan jelas., meskipun terkadang itu juga hanya bayangan semu.
Mencintai diam diam bisa membuat seseorang merasa cemburu, marah dan sakit hati ataupun sebaliknya. Sesuatu yang hanya bisa dia rasakan dan disimpan sendiri. Sesuatu yang akan terus ditahan dalam hati, yang mungkin lama lama akan meledak juga.

Tapi tetap saja, semarah apapun, sesakit apapun, sebahagia apapun tidak ada yang bisa dilakukan,karena itulah konsekuensi dari mencintai diam diam.
ada banyak alasan orang memilih untuk mencintai diam diam. Karena tidak ada keberanian (umumnya begitu). Tapi jika dilihat lebih dalam, ada banyak latar belakang yg melahirkan ketakutan itu. Luka masa lalu, yg teramat dalam dan terjadi berulang bisa menjadikan seseorang memilih untuk mencintai diam diam. Logikanya ini dilakukan sebagai mekanisme perlindungan diri agar tak terluka lagi.

hal lain yang menyebabkan munculnya pecinta diam diam adalah perbedaan harkat derajat martabat status sosial, atau kasarnya bisa dibilang perbedaan kasta. Itu mungkin terdengar klise tapi itu memang nyata. Memang cinta tak memandang harta dan kasta tapi semua orang punya keluarga, koneksi dan apapun itu namanya yang belum tentu mengerti akan perasaan cinta yang ada.

Ada juga yang merasa cukup dia sendiri yang tau perasaan itu karena keadaan memang tidak mungkin (sudah menjadi milik orang lain secara resmi, ga mungkin kan kl mau diambil, kecuali emang sarap dan punya mental destroyer).

Ya apapun itu, mencintai diam diam hampir seperti cinta bertepuk sebelah tangan, hanya kamu sendiri yang merasakan sakitnya, senangnya, sedihnya dan merananya. yang berbeda adalah jika cinta bertepuk sebelah tangan itu kita tau jelas kalau dia tidak memiliki perasaan yang sama sedangkan mencintai diam diam adalah kau masih meraba raba, semuanya samar, antara iya dan tidak, antara suka atau tidak suka.

No comments:

Post a Comment