Berita tentang kerusuhan dan pertikaian yang disebabkan oleh masalah agama belakangan kembali marak terjadi. Kerusuhan seperti ini merupakan masalah klasik yang selalu menghinggapi negara saya. Sedari jaman saya kecil hingga saya beranjak dewasa hal itu selalu ada, selalu berulang seperti tak pernah memiliki ujung pangkal. Pertikaian yang disebabkan oleh ketidak sepahaman terkait keyakinan mereka. Ada yang merasa dirinya benar dan kemudian menganggap yang lain salah, sesat dan tidak beradab sehingga kelompok salah akan dianggap sebagai hama yang harus dimusnahkan dari muka bumi dan kelompok benar akan mengambil peran petani bijak yang selalu siap memusnahkan hama itu agar tidak berkembang dan mengganggu lingkungannya.
Hal ini semakin memburuk ketika muncul segelintir oknum dan ormas yang menahbiskan dirinya sebagai kaum pemilik kekuatan dan kuasa untuk mengontrol segala sesuatu yang tidak sesuai jalan pikiran mereka. Kaum yang merasa dirinya paling benar sehingga memiliki kuasa untuk menghakimi kaum lain yang dalam kacamata mereka adalah salah. Kaum yang merasa memiliki kuasa dalam menentukan agama apa yang boleh hidup dengan bebas dan agama apa yang harus ditindas dan dimusnahkan.
saya bukanlah ahli agama, saya bukan cendekiawan. Saya hanya masyarakat biasa, seorang mahasiswa, seorang manusia yang batinnya merasa miris melihat kenyataan mengerikan ini. Kenyataan dimana kebebasan beragama dan menjalankan ibadah sesuai agama yang diyakini adalah sesuatu yang mahal, semakin diberangus, penuh ancaman, tekanan dan penuh rasa ketidakamanan. Kondisi dimana ada sekelompok manusia yang harus berjuang hanya untuk bisa beribadah sesuai apa yang diyakini karena munculnya segelintir oknum yang mengancam mereka, mengintimidasi dan meneror mereka.
Bukankah kebebasan beragama dan beribadah itu merupakan hak asasi manusia dan dijamin oleh undang undang di negara ini? lalu kenapa hal-hal seperti itu masih saja terus berulang?
Tuhan hanya ada satu di dunia ini dan menurut saya agama adalah jalan untuk menuju padaNya, yang perlu diingat lagi adalah agama itu tidak hanya satu. Bukankah suatu hal yang wajar dalam kehidupan ini untuk mencapai sutu tujuan ataupun tempat, masing-masing orang akan menempuh jalan yang mereka yakini sendiri dan terkadang satu dengan yang lain akan memilih jalan yang berbeda?bukankan ada suatu pepatah terkenal yang menyatakan bahwa “ada banyak jalan untuk menuju Roma”??
Sebagai manusia beradab dan berhati nurani bukankah sudah seharusnya dan sewajarnya saling menghormati dan menghargai pilihan jalan masing-masing orang. Menerima dengan lapang dada bahwa tidak semua orang sejalan dengan kita. Tetap berdiri pada jalur yang kita tempuh dengan menghargai dan tidak mengganggu ataupun mencela jalan yang ditempuh orang lain. Ingatlah bahwa pada akhirnya tujuan akhir kita adalah sama, yaitu Tuhan sendiri.
GOD IS LOVE, ALWAYS RESPECT!! Keep in peace!! YOLO