mmm
pada dasarnya setiap orang punya cara tersendiri dalam mencintai atau
menyukai,,hal ini terkait dengan bagaimana mengungkapkan atau mengekspresikan
perasaan yg dimiliki.
ada
yang memilih untuk menunjukkan ketertarikannya secara vulgar agar orang yang
dimaksud mengerti maksud hati. sukur sukur
bisa menangkap sinyal cinta yg dikirim. Banyak yang bilang “kalau
suka ya bilang,tunjukan, ngapain disimpen sendiri, gimana dia tau kamu suka dia
kalo ga pernah kamu tunjukin?” ada juga yang bilang “biarin ditolak, biarpun
sakit, kecewa, minimal gue lega udah ngungkapin perasaan gue”
tapi
ada yang lebih memilih untuk mencintai secara diam diam,, yap diam diam
yaa
mungkin sebagian orang nganggep kalau cinta diam diam itu adalah pilihan
cemen,,kenapa cemen??karena orang yang mencintai diam diam ga punya keberanian
untuk mengungkapkan atau menunjukkan cintanya, mereka cenderung akan menyimpan
perasaan sendiri, mengamati dari jauh apa yang terjadi, diam diam ikut
merasakan emosi yang diungkapkan oleh dia, ekspresi senang, sedih, amarah,
kekecewaan, apapun seolah itu bisa teraba dengan jelas., meskipun terkadang itu juga hanya bayangan semu.
Mencintai
diam diam bisa membuat seseorang merasa cemburu, marah dan sakit hati ataupun sebaliknya. Sesuatu yang hanya bisa dia rasakan dan disimpan
sendiri. Sesuatu yang akan terus ditahan dalam hati, yang mungkin lama lama
akan meledak juga.
Tapi
tetap saja, semarah apapun, sesakit apapun, sebahagia apapun tidak ada yang bisa dilakukan,karena itulah
konsekuensi dari mencintai diam diam.
ada
banyak alasan orang memilih untuk mencintai diam diam. Karena tidak ada
keberanian (umumnya begitu). Tapi jika dilihat lebih dalam, ada banyak latar belakang yg melahirkan ketakutan
itu. Luka masa lalu, yg teramat dalam dan terjadi berulang bisa
menjadikan seseorang memilih untuk mencintai diam diam. Logikanya ini dilakukan sebagai mekanisme perlindungan diri
agar tak terluka lagi.
hal
lain yang menyebabkan munculnya pecinta diam diam adalah perbedaan harkat derajat
martabat status sosial, atau kasarnya bisa dibilang perbedaan kasta. Itu
mungkin terdengar klise tapi itu memang nyata.
Memang cinta tak memandang harta dan kasta tapi semua orang
punya keluarga, koneksi dan apapun itu namanya yang belum tentu mengerti akan
perasaan cinta yang ada.
Ada juga yang merasa cukup dia sendiri yang tau perasaan itu karena keadaan
memang tidak mungkin (sudah menjadi milik orang lain secara resmi, ga mungkin
kan kl mau diambil, kecuali emang sarap dan punya mental destroyer).
Ya apapun itu, mencintai diam diam hampir seperti cinta bertepuk sebelah
tangan, hanya kamu sendiri yang merasakan sakitnya, senangnya, sedihnya dan
merananya. yang berbeda adalah jika cinta bertepuk sebelah tangan itu kita tau
jelas kalau dia tidak memiliki perasaan yang sama sedangkan mencintai diam diam
adalah kau masih meraba raba, semuanya samar, antara iya dan tidak, antara suka
atau tidak suka.






