Keanehan pertama, ketika mereka berbicara melalui media (baca: sms/telpon/chatting), mr.X adalah orang yang banyak bicara, cerewet, manja dan agak kekanak kanakan. Sering mr.X mengajak eiza pergi tapi entah kenapa eiza selalu sibuk jadi tidak bisa pergi, kalaupun ada hanya beberapa kali saja (baca: sangat sangat sangat jarang). Tapi, ketika mereka bertemu langsung mr.X akan sangat berbeda, terkesan jaim dan terkesan pura pura tidak kenal, akan jarang mr.X datang menghampiri dan menyapa eiza , yang ada mr.X meminta eiza datang padanyanya. Karena merasa sungkan dan karena ada "rasa", waktu itu eiza enggak masalah. eiza lakukan itu. Bahkan ketika sedang bersama dan kebetulan menjumpai teman dekat mr.X , atau orang yang lebih tua (baca: kenalan orang tua mr.X) mr.X pasti akan menjauh dari eiza . Oke, waktu itu eiza tidak menyadari kalau itu aneh dan biasa saja, tapi kalau dipikir ulang yaaa ternyata memang dari awal ada yang salah dengan mr.X ini.
Ke dua, dalam menghubungi eiza mr.X ini punya pola yang kurang lazim,, paling sering sih pada saat mr.X sedang ada di rumah (week day mr.X tinggal di kost atau rumah saudara yag dekat dengan tempat kerjanya), walaupun kadang ketika mr.X di tempat kerja ataupun ketika mendekati pulang kerja. Nah, setelah mr.X intens mengirim pesan dan berbasa basi bla bla bla selama beberapa hari ada masa di mana mr.X akan menghilang secara tiba tiba, yap menghilang dengan tanpa kabar sama sekali, bahkan satu tanda titik pun tak ada. Karena mulai terbiasa berkomunikasi,ketika mr.X menghilang eiza pun memiliki perasaan merindu (apasihh bahasanya) dan terkadang tidak bisa menahan diri hingga memutuskan untuk menghubungi mr.X. Akan tetapi, tanggapan yang mr.X berikan akan sangat berbeda dengan ketika mr.X yang menghubungi eiza lebih dahulu.,hingga membuat eiza agak enggan untuk bertanya kabar dan menyimpulkan lebih baik mr.X yang memulai. Nah, hal itu ternyata membuat mr.X agak kurang senang, dia protes ke eiza dan bilang kenapa eiza cuek, kenapa eiza sombong,, eiza jawab aja “lha kamu juga kalau tak sms pasti sibuk”, “aku sombong di bagian mana??” (dalam hati eiza : "mau kamu apa sih? gue hubungin lo cuekin, giliran gue cuekin lo protes ke gue, helloo!!!). Karena itu berlangsung berkali kali eiza menyimpulkan kalau tabiat mr.X memang begitu dan bisa memaklumi tanpa menaruh rasa curiga. Hingga pada suatu ketika, karena penasaran dan rasa kepo yang tinggi eiza mengintip akun jejaring sosial mr.X, dan ternyata jeng jeng jengggggg,,..............................................................
(bersambung ke chapter 3)

No comments:
Post a Comment