May 17, 2014
Jogjakarta
Jan 15, 2014
Pengguna Jalan Yang Tak Lagi Ramah
hello again,, this is my first post in this year,,2014
Kali ini saya akan menyampaikan keluh kesah sebagai pengguna jalanan.
Pagi ini saya berangkat kerja seperti biasa,, jam 6 pagi dengan kondisi cuaca yang sedikit gerimis, hujan rintik rintik. Jalanan padat, mobil, motor bertebaran berjajar memenuhi jalan untuk menuju tempat tujuan masing masing. Hal yang paling jelas saya ingat di perjalanan pagi ini adalah saya sebagai pengendara motor di jalanan sempit untuk 2 jalur tanpa separator, saya berjalan di sisi kiri sesuai ketentuan, karena hujan jalanan menjadi becek licin. Ketika saya sudah berjalan di jalur yang benar ada mobil di sebelah kanan saya lalu tiba tiba dari sebelah kiri saya ada mobil yang nyelonong dari belakang mau masuk jalur tanpa memperhatikan saya pengguna motor yang sudah kepepet mobil di sisi kanan dan nggak bisa menghindar ke mana mana. Klakson sudah saya bunyikan berkali kali tapi tetap saja mobil itu memaksa masuk. Melihat kondisi itu saya memilih sedikit memajukan motor saya dan sedikit kesrempet mobil di kanan saya supaya mobil di sebelah kiri tidak memaksa masuk jalur,, karena kalau dia memaksa masuk yang ada adalah saya kegencet diantara 2 mobil ituu..
Yang ingin saya sampaikan adalah sekarang pengguna kendaraan bermotor jumlahnya semakin menggila, sedangkan pertumbuhan jalan raya tak sebanding dengan itu dan meskipun kondisinya sudah begitu tetap saja keinginan untuk membeli kendaraan bermotor tak berkurang sedikitpun. Sebagai sesama pengguna jalan mbok iya o kita ini punya etika berkendara, jangan hanya mengutamakan kepentingan sendiri biar cepat sampai kemudian mengabaikan pengguna jalan yang lain. Terkadang karena ingin menghindari jalanan yang padat pengguna mobil main masuk ke jalur lambat padahal pengguna motor juga sudah padat, kami ini harus minggir ke mana lagi kalau jalanan di pakai mobil semua. Pengguna mobil bisa masuk jalan sana sini tanpa memperhatikan pengguna jalan lain, padahal juga kalau emang sudah niat beli mobil ya konsekuensinya adalah nikmati macetnya jalanan, wong ya kalian to yang bikin jalanan yang udah padat jadi makin padat..jangan main sasrak susruk sana sini seenaknya. Kalian di mobil nggak kehujanan, kepanasan, lah kita pengguna motor masih harus berjibaku dengan asap asap dan panas mobil, belum lagi kalau kesenggol mobil, kita jatuh lecet luka berdarah, lah pengguna mobil paling mobil baret penyok yang secara kasarnya masih bisa dibayar pake uang,, lha kalau orangnya ketabrak patah gulang atau mati,, apa duit aja cukup??Sekian keluh kesah saya :(