Social Icons

Pages

Mar 19, 2013

XX hospital dan ketidakjelasannya

Hampir 40 hari saya berada di Surabaya tepatnya di RS XX (gak mau sebut merek) dan sekitarnya.,bukan waktu yang sebentar. Tujuan utama saya datang ke tempat itu adalah untuk praktek kerja profesi (saya calon apoteker), untuk belajar.

Dan memang saya banyak belajar di sana.,terutama belajar sabar. :)
Dari segi materi,udah nggak perlu ditanyain lagi lah,udah pasti bagus kok.. Yang agak saya nggak suka adalah time management dan sistem pedjadwalan mereka., seperti yang tadi saya bilang ini mengajari saya untuk banyak sabar.,

Dari awal kami datang (saya datang bersepuluh) kegiatan utama kami adalah menunggu. Menunggu kapan akan diberi materi tanpa ada kepastian waktu.,alhasil berjam jam lah kami berdiam di kelas kecil itu menanti jam demi jam kedatangan pemateri. Dan kalau lagi apes, terkadang penantian berjam jam itu berakhir sia sia.,daymn banget itu rasanya lho,udah nunggu berjam jam tapi zonk.!
Ya saya ngerti mereka sibuk, urusan mereka banyak lha tapi kan seharusnya mereka paham dengan jadwal mereka sendiri juga dong.,
oke kalau memang mereka sibuk dengan kerjaan saya bisa terima, tapi pernah saya jumpai seorang oknum yang lebih asik dengan urusan pribadinya. Berita yang saya dengar beliau sedang asik memilih dan mencoba jam tangan yang ditawarkan sales di sana.,men bayangin...kami udah nunggu lebih dari 3 jam dan orang yang kami tunggu lebih memilih jam tangan.,lalu dahsyatnya lagi dia batalin kelas dia di hari itu dan dengan entengnya bilang "besok aja jam 6.30",,errr udah gondok banget kan.,tapi kegondokan belum berakhir.,karena apa?karena keesokan paginya si oknum itu datang jam 7.30..,hebat banget dah.,buat apa bilang jam 6.30 kalo nyatanya dateng telat. Telat sekalipun dia juga nggak minta maaf ato merasa bersalah,yang ada dia mengkritik laptop tak ada anti virus yang digunakan dia untuk kasih materi (kebetulan laptop saya), katanya kalo sampe ada apa apa sama flash saya, saya nggak bisa maafin.,emmh rasanya udah langsung no respect lagi saya sama dia., kalo emang takut virus kenapa gak pake laptop sendiri?!masih mending dipinjemin laptop (umpat saya dalam hati). Tapi ya gimana lagi, posisinya adalah saya mahasiswa pkpa, alias cuman numpang di sana. Jadi ya balik lagi...tarik nafas dalam hembuskan tarik nafas dalam hembuskan...SABARR.!!

Selain oknum labil tak berperasaan itu masih ada ketidakjelasan jadwal dan arahan dari mereka. Ketika ditanya apa jadwal besok, jawabanya syahdu banget untuk didengar "liat besok,menyesuaikan",,ini jadi semacam semua liat besok,menyesuaikan.,Apa yang kita lakukan berasa serba salah. Ada kalanya ketika punya inisiatif bertanya tentang sesuatu, dari mereka bilang tunggu arahan dari kami., giliran kami diam diam tongkol mereka bilang kalian seharusnya bertanya.,ealah lha trus karepe ki piye.?kudu kepiye.?
ketidak jelasan instruksi juga pernah terjadi pada saat kami mendapat tugas di suatu bagian RS itu.,orang di lokasi tidak tau kami harus diapakan dan kami juga nggak tau harus ngapain.,semacam diombang ambingkan.,

Yang paling gak enak dari itu semua adalah ketika masa pkpa sudah berakhir dan kami masih dihantui dengan ketidakjelasan mengenai revisi laporan. Belum ada statement pasti dari mereka kapan revisi itu akan selesai. Imbas ketidakpastian itu adalah kami masih tertahan di kota ini,di surabaya dengan segala kerinduan kami(terutama saya) untuk pulang ke jogjakarta, pulang ke rumah. Yah memang harus S A B A R :)

No comments:

Post a Comment