Ketika menghadapi sesuatu yang
sekiranya sulit atau belum pernah dilakukan sebelumnya kadang tanpa sadar akan
keluar celetukan seperti ini: “apa mungkin bisa”; “sepertinya ini mustahil deh”;
“gue cuman begini doang, apa sanggup nyelesein kerjaan itu??”
atau ketika berhadapan dengan
orang lain yang memiliki kesan superior
atau terlihat lebih hebat kadang ketika akan berargumentasi atau berpendapat
akan ada pemikiran: “apa mungkin aku benar??”; “dia lebih pintar dariku, jadi
mungkin apa yang aku sampaikan kurang penting”; “mereka hebat, mungkinkah aku
bisa mengikuti ritme mereka”.
atau mungkin ketika diharuskan
ngomong sesuatu atau ngelakuin sesuatu, karena takut, maka akan keluar kalimat “kamu
aja deh yang ngomong, aku gak bisa, aku takut”
Sadar atau tidak pernyataan
pernyataan itu terkadang sering terlepas dari mulut, kalau dalam istilah
jawanya “keprucut”. Kata “takut” atau “nggak bisa” sering menjadi senjata utama
yang dikeluarkan ketika menganggap diri tak mampu dan sebenarnya mencerminkan
bahwa itu adalah wujud dari meragukan
diri sendiri.
Padahal kalau direfleksikan lagi,
dan coba ditimbang timbang lagi, dari sekian banyak kata tidak bisa dan takut
yang keluar pada akhirnya kerjaan itu bisa dilakukan,
Kalau masalah ada berapa banyak
sih yang gagal? Atau ada berapa banyak sih yang ujung ujungnya bisa??kalau dibandingkan sepertinya akan lebih besar yang bisa terlampaui dari
yang gagal.,
Katanya kita mampu melakukan
apapun kalau kita mau, bahkan sesuatu yang tadinya kita anggap tak mampu
melakukan pada akhirnya bisa kita lalui kalau kita yakin bisa dan mau berusaha,
terlepas dari hasilnya. Bagus atau buruk itu masalah belakangan, yang
terpenting adalah sudah melalui prosesnya dan ketika yakin kalau saya bisa ya
memang bisa.
Memang ada sesuatu yang saya
sungguh sungguh tidak mampu untuk melakukan, tapi itu bukanlah menjadi alasan tak
masuk akal untuk tidak mencobanya. Kata orang bijak kan berani mencoba dan
gagal itu lebih baik daripada terpuruk dalam ketakutan ketakutan diri yang
mengungkung kita untuk bergerak dan mencegah kita untuk berkembang. Takut itu
wajar dan perlu supaya kita berhati hati, tapi jangan sampai ras atakut itu membelenggu
langkah kita,, jangan sampai takut itu meghilangkan kesempatan yang ada di depan
mata.,tul gak??
Kata orang lagi ni, ketika sudah
mempercayai diri sendiri, maka orang lain pun akan mempercayai kita. Itu masuk
akal, coba aja bayangin, ketika ngadepin seseorang yang keliatan ragu sama dirinya sendiri apa kita bakal percaya sama orang itu? kemungkinan besar jawaban dari pertanyaan itu adalah "enggak" kan? nah pertanyaan itu kalo dibalik ke diri sendiri juga berlaku. masalah
bisa atau enggak, yang penting usahanya lah. Tapi ya jangan sampai over confidence,
tetep harus ngaca sama kemampuan diri, jangan sampe dicap orang tak tau
diri.., oke oke??fighting!!!
No comments:
Post a Comment