jeng jeng jenggg Status mr.X adalah “in a relationship” dan
sudah lamaaaa,, oke eiza saat itu benar benar menyalahkan rasa keponya yang
berlebihan karena berujung sakit hati.. meuhuahuahua lelucon macam apa ini,, benar
benar merasa dipermainkan mentah mentah.., she's totally fooled.
But its not over yet,, eiza memang marah dan
sebal pengen cakar cakar mr.X. Tapi tidak eiza lakukan (mr.Xnya cakep,, *ehh) dan
entah karena apa eiza malah bermain api, eiza menutup mata dan berlaku
seolah tidak tau apa apa. eiza pernah mencoba bertanya tentang status mr.X
(ketika eiza sudah tau kenyataannya) dan mq.X bilang “i’m a free man” nah looo,,
sebenernya dia udah rusak dari awal kan, tapi kok ya eiza masih tetap menutup
mataa.,”hellooo harusnya loo sadar cyynnttt” (itu adalah kata eiza sekarang).
Dan memang dia akhirnya putus dengan wanita itu,, dan entah kenapa
saat itu eiza merasa 'wow ini adalah untuk saya',, weittss tapi ternyata itu tidak
seperti yang eiza bayangkan,, sinetron masih belum berakhir karena pembicaraan
tentang masa depan masih selalu mr.X singgung singgung, dan eiza yang sudah
memakan umpannya semakin kelojotan saja,, dan pernah terlepas dari mulut eiza untuk menanyakan
tentang kepastian status mereka, dan jawaban mr.X sangat diplomatis,, dia akan menunggu eiza
menyelesaikan study, menunggu eiza mapan dan setelah itu
(tidak perlu saya tegaskan yaa,, terlalu sakiiiitt).
mr.X yang dalam posisi “free man” ternyata tidak
menghilangkan “rusak”nya,, Dan mr.X membuat eiza semakin fly high lagi dengan tiba tiba mengajak eiza ke rumahnya. eiza yang masih bukan siapa
siapanya tentu menolak,, tapi mr.x sangat gigih sampai eiza kehabisan alasan untuk
menolak permintaannya dan entah kena angin apa akhirnya eiza mengiyakan saja.
MENGIYAKAN. Hingga akhirnya eiza pun datang ke rumahnya dan ternyata bertemu ibuknya. *kalau dipikir pikir lagi
Eiza agak dudul yaa, kok mau maunya diajakin ke sana kalo akhirnya agak tragis begitu, ya biarpun sebatas silaturahmi tapi kok kesannya beda*.
Nah keanehan selanjutnya terjadi
ketika eiza akan datang ke rumahnya. eiza minta mr.X menjemput eiza (karena
seharusnya memang begitu kan), entah karena apa mr.X ini tidak mau menjemput eiza padahal saat itu posisinya eiza sedang di rumah saudaranya. Alasan mr.X agak
garing, mr.X malu sama saudara2 eiza . Saat itu eiza merasa jengkel, *heloo yang
yang ngajakin ke rumah elo, bukan gue lalu kenapa elo gak mau jemput guee??!!,
eiza yang jengkel akhirnya mengatakan kalau eiza batal ke rumahnya. eiza pikir
dengan ancaman itu mr.X akan jemput eiza , tapi ternyata...dia malah telepon eiza
dan bilang “kok gak jadi dateng gimana sih??kan udah janji. Pokoknya kamu
dateng ke tempat XX, nanti saya tunggu di situ sampai kamu datang.” belum
sempat menjawab mr.X sudah matikan teleponnya. Yaa karena janji adalah janji,
eiza pergi ke tempat itu dan benar mr.X mengunggu eiza di sana dan membawa eiza ke rumahnya.
eiza masih belum sadar juga,, dan setelah beberapa lama ada fakta yang muncul terkait alasan mengapa dia tidak mau menjemput eiza ,, fakta itu adalah...............................................
(bersambung di #chapter4)

No comments:
Post a Comment